Poros Palopo-Toraja masih rawan longsor. Beberapa titik di Kel. Battang Barat masih dianggap rawan longsor jika hujan lebat turun.
Tahun lalu, poros Palopo-Toraja, tepatnya di Kilometer 17 mengalami longsor. Pada saat itu, aksesibiltas Palopo-Toraja sempat putus. Namun dengan kesigapan aparat Pemkot Palopo dan masyarakat Battang Barat, maka hal tersebut dapat teratasi. Titik longsor di Km 17 sebenarnya disinyalir terjadi karena adanya perambahan yang dilakukan oleh oknum pemilik lahan. Hal ini terungkap karena beberapa saat sebelum terjadinya bencana ini, Polsus Kehutanan Palopo bersama Lurah Battang Barat menangkap basah perambah hutan di lokasi tersebut. Namun, Polsus Kehutanan hanya memberikan pembinaan karena mereka mengklaim memiliki sertifikat tanah dan mengaku hanya buruh yang diupah sang pemilik lahan.
Untuk mencegah terjadinya longsor pada saat hujan lebat, aparat Kelurahan Battang Barat telah memberikan pemahaman dan himbaun kepada masyarakatnya untuk selalu mengawasi kelestarian hutan. Di samping itu, pihak kelurahan selektif sekali dalam memberikan surat pengantar permohonan izin penebangan kayu. Hal ini diharapkan mampu mencegah pengelolaan hutan yang tidak bertanggung jawab.
