Oleh: zuLHam | Juli 4, 2008

Ballo Bakal Dirazia

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kelurahan Battang Barat, razia minuman keras jenis ballo direncanakan akan digelar. Hal ini disebabkan karena adanya kasus perkelahian pemuda yang terjadi akibat ballo belakangan ini.

“Kami sudah memberikan keringanan kepada mereka (produsen dan penjual ballo) tetapi mereka tampaknya tidak menggubris. Jadi tindakan tegas harus dilakukan”, kata Fahruddin, Lurah Battang Barat. Razia ini rencananya akan melibatkan Babinsa, Babinkamtibmas dan Satpol Pamong Praja Pemkot Palopo. Dari razia ini diharapkan praktek produksi dan penjualan ballo bakal tereduksi.

Iklan
Oleh: zuLHam | Juli 4, 2008

113 Kartu BLT Dibagikan

Rumah tangga miskin di Kelurahan Battang Barat telah menerima kartu Bantuan Lansung Tunai (BLT). Dari sekitar 203 KK di Kelurahan Battang Barat, 113 di antaranya menerima BLT. Jumlah tersebut sesuai dengan pendataan BLT pada tahun 2005 lalu, yang dilakukan oleh BPS Kota Palopo.

Menurut Lurah Battang Barat, Fahruddin, jumlah kuota 113 KK yang mendapat BLT tersebut dipastikan akan tidak terbagi seluruhnya. Hal itu disebabkan karena adanya mutasi penduduk. Beberapa KK miskin telah berpindah domisili sehingga beliau tidak dapat menjamin akan menyalurkan semuanya. Sdangkan KK yang meninggal, kartu BLT-nya akan tetap disalurkan karena masih memiliki ahli waris. “Tugas Lurah-lah nantinya yang membuatkan surat keterangan kematian/ahli waris”, kata Fahruddin.

Kartu BLT untuk Kel. Battang Barat telah disalurkan ke ORW dan ORT masing-masing. Selanjutnya, pihak RW/RT inilah yang akan mendistribusikan ke warganya masing-masing. “DIstribusi ini dilakukan dengan membuat berita acara penyerahan. Ketua RT/RW, Lurah dan Camat secara hirarki bertanda tangan. Jadi Insya Allah distribusinya dilakukan secara bertanggung jawab”, tegas Fahruddin, Lurah Battang Barat. Rencananya, pengambilan dana di kantor pos Palopo akan dilaksanankan tanggal 27 Juni mendatang.

Oleh: zuLHam | Februari 29, 2008

Biodiversity di Battang Barat

111.jpg

Jenis-jenis flora yang hidup secara alami di kawasan Battang Barat (khususnya di Taman Wisata Alam Nanggala III) cukup beragam. Berdasarkan hasil identifikasi dan inventarisasi di dalam kawasan, hingga saat ini diketahui secara pasti sebanyak 101 spesies flora. Jenis-jenis flora khas Sulawesi yang dapat ditemukan di kawasan ini antra lain Uru (Elmerrillia tsiampacca), kantung semar (Nephentes maxima), Rhododenron sp., serta berbagai jenis anggrek alam yang unik.

elang.jpg

Taman Wisata Alam di Battang Barat (Nanggala III) merupakan habitat alami dari berbagai jenis fauna. Mulai dari jenis-jenis yang khas di Sulawesi. Jenis-jenis fauna khas Sulawesi yang hidup secara alami di kawasan ini antara lain Kuskus (Stigocuscus celebensis), Babi Sulawesi (Sus celebensis), Kera Hitam Sulawesi (Macaca tonkeana), Elang Sulawesi (Spizaetus lanceolatus), Rangkong Sulawesi (Rhyticeros cassidix), serta berbagai jenis insecta (kumbang dan kupu-kupu).

Oleh: zuLHam | Februari 29, 2008

Beberapa Lokasi Masih Rawan Longsor

img00358.jpg

Poros Palopo-Toraja masih rawan longsor. Beberapa titik di Kel. Battang Barat masih dianggap rawan longsor jika hujan lebat turun.

Tahun lalu, poros Palopo-Toraja, tepatnya di Kilometer 17 mengalami longsor. Pada saat itu, aksesibiltas Palopo-Toraja sempat putus. Namun dengan kesigapan aparat Pemkot Palopo dan masyarakat Battang Barat, maka hal tersebut dapat teratasi. Titik longsor di Km 17 sebenarnya disinyalir terjadi karena adanya perambahan yang dilakukan oleh oknum pemilik lahan. Hal ini terungkap karena beberapa saat sebelum terjadinya bencana ini, Polsus Kehutanan Palopo bersama Lurah Battang Barat menangkap basah perambah hutan di lokasi tersebut. Namun, Polsus Kehutanan hanya memberikan pembinaan karena mereka mengklaim memiliki sertifikat tanah dan mengaku hanya buruh yang diupah sang pemilik lahan.

Untuk mencegah terjadinya longsor pada saat hujan lebat, aparat Kelurahan Battang Barat telah memberikan pemahaman dan himbaun kepada masyarakatnya untuk selalu mengawasi kelestarian hutan. Di samping itu, pihak kelurahan selektif sekali dalam memberikan surat pengantar permohonan izin penebangan kayu. Hal ini diharapkan mampu mencegah pengelolaan hutan yang tidak bertanggung jawab.

Oleh: zuLHam | Februari 29, 2008

Kerja Bakti di Gereja Hermon Kattun

img00401.jpg

Jemaat Gereja Hermon Kattun, Jumat (29/2) melakukan kerja bakti. Kegiatan ini dipusatkan di halaman gereja Hermon Kattun, Jl Sultan Hasanuddin Km 28, Battang Barat, Palopo.

Kegiatan ini dimulai pukul 07.30 hingga pukul 12.00 Wita. Hadir dalam kegiatan ini Mallang Paledan, tokoh kristiani Battang Barat. Mallang mengatakan bahwa jemaatnya kedepan akan rutin melaksanakan kerja bakti tiap hari Jumat. Hal ini menurutnya sebagai dukungan kepada Pemkot Palopo untuk merealisasikan program “Tiap LangkahTak Ada Sampah Berserakan”. “Pekan ini kami melakukan penataan halaman gereja dulu. Ini mengantisipasi pelebaran jalan yang bakal dilakukan Pemprov”, katanya.

Oleh: zuLHam | Februari 28, 2008

Aparat RT/RW Ukur Baju Seragam

Aparat RT/RW dan LPMK Battang Barat, Kamis (28/2) melakukan pengukuran baju seragam aparat RT/RW dan LPMK se-Kota Palopo. Kegiatan ini dilakukan di Kantor Lurah Battang Barat, Jl Sultan Hasanuddin Palopo.

Kegiatan ini disponsori oleh Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Palopo. Hal ini dilakukan sebagai follow up kegiatan Pelatihan Pengurus RT/RW dan LPMK se-Kota Palopo yang dilakukan tahun 2007 lalu. Di Kelurahan Battang Barat sendiri terdapat 8 ORT (Organisasi Rukun Tetangga) dan 3 ORW (Organisasi Rukun Warga) serta satu orang Ketua LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan). Namun, dalam pengukuran hari ini, hanya dihadiri oleh 6 Ketua RT dan 2 Ketua RW, sedangkan 2 Ketua RT, 1 Ketua RW serta Ketua LPMK tidak sempat hadir karena adanya kegiatan yang bersamaan. Olehnya itu, para ketua RT/RW dan LPMK yang tidak hadir, hanya menitipkan bajunya yang akan diukur oleh petugas yang telah ditentukan pihak Bag. Pemerintahan Setda Kota Palopo.

Menurut petugas yang melakukan pengukuran,”Seragam yang akan dibuatkan untuk aparat RT/RW dan LPMK itu adalah mirip-mirip PDH, namun warnanya adalah cokelat mirip Kepolisian, lalu ditambah papan nama beserta jabatan masing-masing”, katanya. Hal ini diharapkan akan memotivasi aparat RT/RW dan LPMK agar lebih profesional dan bersemangat untuk melayani masyarakat.

Sementara itu, Ketua RT 03 RW 01, Thamrin mengatakan bersyukur atas adanya inovasi Pemkot untuk melakukan pengadaan baju seragam ini. Hal ini katanya pula menunjukkan keseriusan Pemkot untuk mengoptimalkan pelayanan masyarakat. Apalagi juga katanya, mereka juga telah menerima insentif RT/RW. “Lebih bagus, kalau dilengkapi dengan sepatu. Kan lebih ok!” kuncinya.

Oleh: zuLHam | Februari 28, 2008

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori